ada apa kenapa banyak yang bukan beragama buddhist ingin mempelajari agama buddha.
dan banyak yang agama lain pindah ke buddha di zaman sekarang ini.
Kebetulan saya tau beberapa orang yang sebelumnya bukan Buddhis, secara perlahan mereka mengenal dan akhirnya menjadi Buddhis.
Kebanyakan dari mereka yang saya kenal menjadi Buddhis adalah orang-orang pintar, sekolah cukup tinggi, pengetahuannya luas, suka membaca buku dan kritis.
Mereka belajar Buddhis karena sekarang sudah banyak informasi tengan ajaran Buddha, baik melalui sosial media dan internet. Sehingga mereka bisa bertanya apapun tentang apa yang mereka ragukan dalam ajaran Buddha.
Buddha tidak memaksa orang untuk percaya padanya, bahkan beliau katakan bahwa tidak harus percaya pada kitab suci.[1] Dengan demikian, mereka yang kritis sangat tertantang untuk mengetahui lebih jauh ajaran Buddha, ketika mereka mempelajari, mereka menemukan bahwa tidak ada satupun yang ajaran Buddha sampaikan bertentangan satu dengan lainnya.
Seperti Buddha mengajarkan cinta kasih, selama hidupnya Buddha Gautama tidak pernah sekalipun mengeluarkan kata-kata yang kasar, tidak senonoh, mengutuk atau semacamnya, apalagi pembunuhan. Apa yang Buddha ajarkan itu yang beliau lakukan, apa yang beliau lakukan itu yang beliau ajarkan.
Beberapa dari mereka, setelah belajar Buddhisme, mereka menemukan apa yang diajarkan benar-benar dapat dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh keyakinan. Karena mereka membuktikan sendiri kebenaran yang ia pelajari, maka tanpa perlu diminta (apa lagi dipaksa) mereka secara perlahan menjadi lebih yakin.
Suatu ketika ada seorang umat ingin menjadi umat Buddha (pada saat beliau masih ada), Buddha menolak. Sampai 3 kali umat tersebut meminta, akhirnya disetujui, dengan catatan: tidak boleh menjelekan ajaran sebelumnya dan harus tetap menghargai guru sebelumnya.
Sebagian besar mereka tidak langsung menyatakan diri sebagai umat Buddha, mereka tetap berpakaian seperti agamanya, pergi beribadah ke agamanya, tetapi pola pikir mereka sudah pola pikir Buddhis.
Sesuai ajuran Buddha, mereka berusaha untuk tidak menjelek-jelekan ajaran sebelumnya, tetap menghargai ajaran sebelumnya, sehingga dalam keseharian mereka tidak terlihat sudah berpindah agama.
Lagi pula untuk menjalankan ajaran Buddha, tidak harus beragama Buddha, siapapun bisa mempraktekannya,bahkan mungkin anda sudah melaksanakannya. Salah satu latihan sebagai umat awam, anda harus melatih moralitas, yang dikenal dengan Pancasila Buddhis, yaitu
Saya berjanji untuk tidak membunuh
Saya berjanji untuk tidak mengambil yang bukan milikku
Saya berjanji untuk tidak melanggar susila (selingkuh atau semacamnya)
Saya berjanji untuk tidak berbohong
Saya berjanji untuk menjaga kesadaran (tidak makan makanan atau minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran / mabuk).
Latihan ini hanya janji, jika suatu saat gagal berlatih, ulangi, ulangi dan ulangi lagi. Jika seluruh masyarakat melaksanakan Pancasila Buddhis, sudah pasti keamanan dan kedamaian ada di masyarakat, tanpa perduli agama apapun.
Dari contoh di atas, maka perubahan mereka menjadi Buddhis tidak kentara, sesuai ajaran Buddha bahwa menjadi umat Buddha haruslah berlatih merubah diri menjadi yang lebih baik dengan menjalankan / mempraktekan apa yang diajarkannya, tidak cukup hanya bicara atau berteriak.